Konsultasi Yuk!
Konsultasi Yuk!
Penerapan dan Pengembangan Behavior Based Safety
🩺 Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)

Penerapan dan Pengembangan Behavior Based Safety

A
adminkesmas
Penulis Artikel
📅 23 July 2026
👁 15 views

Source : https://www.postmanlaw.com/news-insights/what-are-the-common-causes-of-accidents-on-construction-sites/

Sumber : https://www.postmanlaw.com/news-insights/what-are-the-common-causes-of-accidents-on-construction-sites/

Penerapan dan Pengembangan Behavior Based Safety

Dalam penerapan program Behavior Based Safety (BBS), stimulus yang diberikan harus dilaksanakan terus-menerus, yaitu dengan melakukan observasi perilaku secara terus-menerus dan memberikan stimulus positif, pada akhirnya akan menghasilkan perubahan perilaku kerja aman (conditioned response of safe behavior).

Menurut Iskandar (2017) dalam penerapan Behavior Based Safety (BBS) dapat dilakukan dengan beberapa strategi, diantaranya :

  1. Operant Conditioning adalah merubah perilaku dengan menghubungkan akibat yang didapatkan seseorang. Penerapannya dalam program BBS adalah bila dalam melakukan observasi perilaku kerja didapatkan pekerja telah melakukan pekerjaannya dengan benar dan aman, maka pekerja tersebut harus diberi reinforcement agar pekerja tersebut mengerti bahwa yang ia lakukan sudah benar dan aman sehingga perilaku kerja aman (safe behavior) akan diulangi terus. Bila perilaku kerja aman (safe behavior) ini terus diulang, maka kecelakaan kerja dan lingkungan dapat dicegah.

  2. Social Learning adalah merubah perilaku melalui pengaruh model. Orang dapat belajar dari mengamati apa yang terjadi pada orang lain dan diajari sesuatu sedemikian rupa dari pengalaman langsung. Penerapannya dalam program BBS adalah komitmen dan partisipasi manajemen beserta para pemimpinnya secara aktif dan nyata dalam implementasi program BBS untuk menjadi model yang akan diikuti oleh seluruh jajaran dibawahnya secara aktif. Hal ini dapat mengurangi unsafe behavior menjadi safe behavior dalam bekerja.

  3. Developing Job Pride Through Behavior Reinforcement menjelaskan bahwa perilaku dipengaruhi oleh efek yang didapatkannya. Efek yang negatif mengarah kepada kecilnya kemungkinan pengulangan perilaku. Sedangkan efek positif akan mengarah kepada pengulangan perilaku bertambah besar. Dalam prakteknya bila perilaku tertentu menghasilkan pengalaman yang negatif, misal mendapatkan hukuman, denda, menyakitkan, perasaan tidak menyenangkan dan lainnya yang negatif, maka perilaku tertentu itu cenderung untuk tidak diulangi lagi. Bila perilaku itu mendatangkan pengalaman yang positif seperti penghargaan, kesenangan, hadiah, kepuasan, dan lainnya yang positif, maka perilaku tersebut cenderung untuk diulangi. Behavior reinforcement berbeda dengan penghargaan kepada pribadi pada umumnya. Penerapannya dalam program BBS adalah penghargaan atau perhatian positif lainnya perlu diberikan terhadap orang yang melakukan kerja aman (safe behavior). Penghargaan ataupun perhatian positif tersebut diberikan terhadap sesuatu yang spesifik yang telah dilakukan oleh pekerja tersebut dengan aman. Pemberian hukuman akibat dari perilakunya tidak akan merubah perilaku secara permanen sebab perilaku tersebut berubah karena takut mendapat hukuman.

  4. Giving Feedback adalah proses perubahan perilaku memerlukan feedback sebagai mekanisme untuk meningkatkan kepekaan terhadap error generating work habits, terutama kekeliruan yang potensial menimbulkan kecelakaan.

Gambar 1. Enam Pilar Behavior Based Safety (Cooper, 2009) (Sumber : https://www.collidu.com/presentation-behavior-based-safety-bbs)

Terdapat beberapa kriteria penting dalam pelaksanaan Behavior Based Safety, antara lain :

  1. Melibatkan partisipasi karyawan berdasarkan participatory approach

  2. Memusatkan perhatian secara spesifik pada perilaku tidak aman

  3. Didasari pada data hasil observasi

  4. Proses pengambilan keputusan

  5. Melibatkan intervensi secara sistematis dan observasional

  6. Menitikberatkan pada umpan balik terhadap perilaku pekerja

  7. Dukungan penguat dari manager

Komponen Penerapan Behavior Based Safety

Dalam penerapan behavior based safety perlu memperhatikan beberapa komponen berikut :

  1. Identifikasi at-risk behavior

  2. Pengembangan checklist observasi yang tepat

  3. Melatih setiap orang dan observer dalam melakukan observasi

  4. Penilaian perilaku aman secara terus menerus

  5. Feedback umpan balik

  6. Membangkitkan semangat keterlibatan dalam kegiatan Behavior Based Safety, perlu diberikan penghargaan bagi individu maupun tim.

Level pencapaian penerapan Behavior Based Safety yang biasa dikenal dengan behavioral safety maturity ladder yang terdiri dari 5 level yaitu (Cooper, 2009): beginning, developing, performing, high performing, dan excelling.

Gambar 2. Strandized Behavior Based Safety Benchmarking (Cooper, 2009)

Sumber referensi teori : Mahawati E, Fitriyatinur Q, Rahayu C, Aprilliani C, dkk (2021). Buku Keselamatan Kerja dan Kesehatan Lingkungan Industri. Penerbit Yayasan Kita Menulis. Web: kitamenulis.id e-mail: press@kitamenulis.id

Bagikan Artikel Ini

Bantu sebarkan informasi kesehatan yang bermanfaat.